WHEN I FIND MY PEACE OF MIND, I'M GONNA GIVE YOU SOME OF MY GOOD TIME

Wednesday, October 10, 2007

1 + 1 = 2

Kalo begini caranya Russell membuktikan bahwa 1 + 1 = 2,


gimana cara dia meng-handle pernyataan ini?

Jika Tuhan Maha Kuasa, maka Dia kuasa menciptakan batu yang Dia sendiri tidak kuasa mengangkatnya.

8 Comments:

Anonymous dzaia-bs said...

ck ck ck
serumit itu kah pembuktian 1+1=2?
kok, anak TK/SD diajarin hal serumit itu ya?

6:01 AM

 
Blogger amircool said...

ck ck ck...faktanya kan 1+1 = 2, kenapa lagi harus dibuktikan?

Btw...saya pernah denger tentang pernyataanmu tentng tuhan tea... cuma lupa jawabannya :p

7:10 AM

 
Blogger ar!ef said...

@dzaia-bs:
Emang gw juga kasian Jay ngeliat anak2 jaman sekarang.. *hehehe

@amircool:
Wah, jadi lo udah tau kalo 1+1 itu =2 Mir? Hebat bgt lo.. :p
Ayo dong, cariin gw jawabannya. Sebnrnya udah ada sih, tapi susah Men ngertiinnya! :D

10:44 AM

 
Anonymous effendi said...

hiyy,, apa itu..
wkwkwkwkwk,, gk ngerti bacanya rif

7:33 AM

 
Blogger ar!ef said...

Lo kira gw ngeri, Pen?
*wkwkwkwkw

8:06 AM

 
Anonymous ridwan said...

masalahnya pada pendefinisian Tuhan itu sendiri mas.

http://fajarf.wordpress.com/2007/09/30/definisi-tuhan/#comment-1421

-salam kenal-

10:28 AM

 
Anonymous ridwan said...

http://fajarf.wordpress.com/
2007/10/02/
jawaban-definisi-tuhan/


sori double posting :D

10:30 AM

 
Blogger ar!ef said...

Salam kenal, ridwan! Double post? Sering2 aja.. :D

Sebnrnya gw juga udah comment di http://fajarf.wordpress.com/2007/10/02/jawaban-definisi-tuhan/#comment-1549. Terus terang, gw kurang puas sama kesimpulannya. (no hard feelings) :) N kyk yang gw tulis di comment gw itu, pernyataan ini kadang ditanggapi secara berlebihan karena bawa2 Tuhan. :p Padahal menurut gw, dari sudut pandang yang lain, masalahnya ada di konsep kemahakuasaannya (tidak secara langsung "mempermasalahkan" Tuhan). And mathematically speaking, kemahakuasaan ini adalah sebuah himpunan. Dan permasalahan ini muncul dari pendefinisian himpunan itu sendiri, bukan pendefinisian Tuhan. Dan seterusnya sehingga persoalan ini menjadi masalah yang umum dan tidak terbatas hanya pada "pemertanyaan" Tuhan dan kemahakuasaan-Nya. Atau dengan kata lain, pernyataan itu hanyalah sebuah contoh (yang menghebohkan *huhuhu) dari paradoks yang lebih umum tadi. :)

Ngomong apa sih gw? :hammer:

10:09 AM

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home